Langkah Tepat Bagi Pemula Untuk Usaha Ternak Ayam Potong

Usaha Ternak Ayam Potong

Usaha Ternak Ayam Potong Bagi Pemula

Contents

Semua orang yang menjalankan bisnis pasti ingin supaya bisnisnya menghasilkan keuntungan. Tapi keuntungan yang stabil dan menjanjikan tentu saja tidak bisa didapat hanya dalam satu malam saja. Nah, salah satu bisnis yang memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan adalah bisnis ayam potong.

Bisa dibilang setiap orang pasti sangat familiar dengan ayam potong atau ayam pedaging. Sebagai konsumsi harian pun daging ayam masih lebih sering dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan daging lainnya.

Jika Anda pintar memanfaatkan peluang ini, bukan mustahil Anda bisa mendapatkan keuntungan untuk jangka panjang. Apalagi, jangka panen ayam potong terhitung cukup cepat dibandingkan dengan ayam kampung.

Ayam potong atau ayam broiler sudah bisa Anda panen jika berat dagingnya sudah mencapai sekitar 2 kg. Berat ini biasanya tercapai dalam waktu sekitar 30 hari saja.

Cara Ternak Ayam Potong Untuk Pemula

Tentu saja dalam menjalankan bisnis yang berkaitan dengan ternak dan makhluk hidup tidak bisa sembarang dan asal-asalan. Anda harus tahu bagaimana cara yang tepat ternak ayam potong supaya bisa menghasilkan keuntungan bagi Anda. Nah, berikut ini adalah cara memulai bisnis ternak ayam broiler supaya memberikan keuntungan:

Menentukan Lokasi Kandang

Kandang adalah hal penting pertama yang harus Anda perhatikan. Pemilihan lokasi kandang dapat mempengaruhi bisnis Anda ke depannya. Biasanya, tipe kandang yang digunakan untuk ternak ayam broiler adalah tipe panggung dan melantai atau litter.

Setiap tipe kandang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kandang tipe panggung misalnya, akan cenderung lebih bersih karena kotoran akan langsung jatuh ke tanah.

Namun juga pembuatannya akan lebih susah dan memerlukan lebih banyak biaya dari kandang tipe melantai. Sedangkan tipe kandang melantai atau litter perawatannya cenderung lebih rumit.

Setiap kali selesai masa satu kali panen, sekam yang menjadi alas harus diganti atau dikeringkan lagi untuk mendapat sekam baru dan menghilangkan kotoran-kotoran ayam yang mengendap.

Selain tipe kandang, kondisi kandang juga perlu Anda perhatikan.

Lokasi kandang yang baik adalah cukup jauh dari lokasi pemukiman penduduk, dekat dengan sumber air, serta memiliki akses jalan masuk setidaknya untuk kendaraan roda 2.

Kemudian, pastikan sirkulasi udara dalam kandang mencukupi dan suhu udara di kandang sesuai dengan usia ayam.

Untuk ayam umur 1-7 hari suhunya sekitar 34-32 derajat celcius, usia 8-14 hari suhunya sekitar 29-27 derajat celcius, usia 15-21 hari suhunya 26-25 derajat celcius, usia 21-28 hari suhunya 24-23 derajat celcius, dan usia 29-35 hari suhunya sekitar 23-21 derajat celcius.

Pemilihan Bibit

Untuk bisa mendapatkan ayam potong yang unggul, Anda juga perlu memperhatikan bibit yang Anda beli. Bibit yang unggul biasanya ditandai dari bentuk tubuh yang bulat, lincah, mata jernih, hidung dan anus bersih, serta bulu-bulunya tidak memiliki cacat.

Pembelian bibit biasanya dilakukan per box isi 100 ekor. Kadang-kadang penjual bibit melebihkan sekitar 2-5 ekor bibit per box-nya.

Pakan

Setelah memilih bibit unggul, perhatikan juga pakan yang Anda berikan ke ayam yang Anda ternakkan. Pakan yang berkualitas haruslah dapat memberikan cukup gizi untuk ayam.

Biasanya, pakan yang berkualitas memiliki kandungan zat karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral di dalamnya.

Pemberian pakan untuk ayam potong tidak boleh dibatasi. Anda harus selalu memberikan makan kepada ayam setiap pagi dan sore. Selain itu, pastikan tempat makan dan minum ayam potong selalu terisi agar berat badan ayam cepat bertambah.

Meskipun begitu, sebenarnya menyiapkan pakan untuk ayam potong atau ayam broiler tidak terlalu sulit. Anda bisa mendapatkannya dari toko-toko penjual alat dan obat-obatan ternak. Jadi, Anda cukup beli pakan siap pakai disana saja.

Secara umum, keberhasilan seorang peternak ayam potong sangat dipengaruhi oleh pemberian pakan. Semakin baik dan berkualitas pakan yang diberikan, maka akan semakin baik hasil panen yang Anda dapatkan.

Vaksin

Jangan lupakan pentingnya vaksin untuk ayam ternak Anda. Pemberian vaksin biasanya dilakukan dua kali dalam satu kali periode pemeliharaan, yaitu sekitar umur 4 atau 5 hari, kemudian pada umur 21 hari.

Vaksin pertama diberikan dengan cara tetes mata. Sedangkan vaksin kedua diberikan melalui suntik pada bagian dada.

Pemberian vaksin ini membantu menjaga kesehatan ayam broiler yang Anda ternak. Vaksin yang diberikan biasanya adalah vaksin ND/tetelo, ND Strain B1, dan ND lasotta.

Pemeliharaan Ayam Broiler

Setelah melakukan hal-hal yang telah disebutkan dengan baik, kadang kala ada saja hal yang berjalan di luar rencana. Karena itu, Anda perlu mengawasi kondisi ayam Anda dari waktu ke waktu.

Saat bibit ayam diterima, biasanya ayam akan terlihat lemas dan kelelahan akibat perjalanan. Untuk mengembalikan kondisi ayam, Anda bisa menambahkan vitamin berupa Viterna Plus supaya ayam kembali fit.

Pemberian pakan ayam dapat dilakukan dengan menaburkannya ke seluruh permukaan lantai. Namun perhatikan untuk lebih dulu mengalasi lantai dengan koran atau karton.

Alas Koran atau karton ini bisa Anda ganti setiap 3 hari sekali atau ketika sudah lembab dan basah.

Suhu kandang juga penting untuk Anda perhatikan. Sebagai tanda, Anda bisa memperhatikan pola ayam dalam kandang.

Biasanya ayam akan bergerombol jika suhu terlalu dingin. Sedangkan jika ayam merasa suhu terlalu panas, mereka akan cenderung menjauh dari lampu.

Kadang kala, ayam juga bisa mengalami sakit. Perhatikan apakah ada ayam yang menunjukkan gejala yang tidak biasa.

Jika hal ini terjadi, segera pisahkan ayam tersebut dari kawanan supaya ayam-ayam lainnya tidak tertular. Jika perlu, segera berikan vaksin agar ayam bisa kembali sehat.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin berhasil memulai bisnis ternak ayam broiler. Semoga dengan melakukan cara-cara tersebut, ayam yang Anda ternak bisa dipanen dengan kualitas yang baik secara bobot maupun kesehatan ayam.

Jika terjadi hal-hal di luar rencana, sebagai pebisnis apalagi jika masih cukup pemula, konsisten dan gigih adalah kunci awal untuk meraih kesuksesan di masa depan. Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ternak ayam broiler? Tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ya.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada teman dan keluarga Anda, terima kasih.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments