Akhyar Muzaki – Pengrajin Batik Tulis Asal Bantul, Yogyakarta

Pengrajin Batik Tulis Asal Bantul

Pengrajin Batik Tulis Asal Bantul

Pengrajin Batik Tulis Asal Bantul, Akhyar Muzaki – Di Daerah Istimewa Yogyakarta ada salah satu kampung yang sudah terkenal dengan sentra batik tulisnya. Nama kampung tersebut adalah Kampung Batik Giriloyo yang berlokasikan di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Sebagai sentra batik, ada banyak sekali ragam motif batik yang bisa dijumpai di kampung batik ini. Mulai dari motif populer hingga klasik macam sidoasih, truntum, sekar jagad, wahyu temurun hingga batik motif kawung.

Sebagai warisan budaya Nusantara, permintaan kain batik dipasaran terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Belakangan, bukan hanya motif batik khas Yogyakarta saja yang digemari. Para perajin kini mulai mengembangkan motif batik daerah lain sesuai dengan permintaan pasar. Salah satunya adalah batik tulis dengan motif Papua.

Akhyar Muzaki, pengrajin batik asal Giriloyo yang juga pemilik Gallery Batik Sido Mukti berkata: “Awalnya sebagai pengrajin batik, saya memproduksi motif pop dan klasik. Kemudian ada irama pewarnaan yang mirip-mirip akhirnya terus berkembang. Sejak tahun 2019 selain pop dan klasik, saya mulai untuk memproduksi Batik Motif Papua”.

Ahyar menjelaskan batik motif Papua yang ia produksi merupakan pesanan khusus dan desain motifnya juga terbatas. “Jadi tidak saya jual disini. Semua penjualan dikirim langsung ke reseller saya di Papua,” kata dia.

Batik Papua yang diproduksi Ahyar memiliki motif dan corak yang sangat beragam. Mulai dari wajah kepala suku, rumah adat hingga peralatan tradisional macam Koteka, Palu, dan Kapak. Semua motif digoreskan indah dalam lembaran kain. Batik Papua dengan batik Yogyakarta, menurut Ahyar, memiliki sejumlah perbedaan. Paling jelas terlihat ada dikontruksi warna.

Batik Papua memiliki dominasi warna cerah mencolok. Sedangkan Yogyakarta identik dengan warna kalem. “Batik Papua memiliki warna tajam tetapi isian motifnya simpel. Sementara Yogyakarta lebih endemik namun isian rumit,” terang dia. Awal mula mencoba membuat batik Papua, Ahyar mengaku sempat mengalami kesulitan. Dikarenakan kontruksi warna yang sangat tajam.

Namun, setelah sempat mengalami sejumlah perbaikan akhirnya kini sudah mulai terbiasa. Dalam satu bulan, Ahyar mengaku mampu memproduksi pesanan batik tulis bermofif Papua sedikitnya 140 lembar dan pesanan itu dikirim secara bertahap setiap lima belas hari sekali. “Sekali kirim dalam setengah bulan itu 70 lembar. Satu bulan sekitar 140 lembar,” ungkapnya.

Adapun harga untuk batik tulis Papua, dijual dengan harga variatif. Kisaran angka Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1,2 juta rupiah. Tergantung pilihan jenis kain, kontruksi pewarnaan dan desain motif yang dilukiskan.

Jika anda tertatik untuk membuat batik motif papua, anda bisa menghubungi Akhyar Muzaki. Gallery Batik Sido Mukti 0 Km Giriloyo, Bantul, Yogyakarta.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments